
Merger 7 BUMN Karya Mundur ke Kuartal I 2026, Hutama Karya Ikut Arahan Danantara
- EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Mardiansyah. (Foto: ind/merdekanews.co)
Jakarta, RADARIKN -- PT Hutama Karya (Persero) menunggu arahan dari BPI Danantara terkait merger tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya pada 2026.
EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, Mardiansyah dalam temu media di Jakarta, Jumat (28/11) mengatakan, pihaknya dalam status mengikuti apa langkah-langkah yang sudah digariskan oleh BPI Danantara dan BP BUMN.
Saat ini Hutama Karya dalam tahap melakukan konsolidasi secara internal dan dengan para mitra terkait.
“Sejauh ini kami hanya terus melakukan konsolidasi, baik secara internal maupun dengan teman-teman yang akan bergabung dengan kami. Baik itu secara itu secara finansial, baik itu secara legal, dan segala macam, dan semua itu di-lead oleh Danantara,” ujar Mardiansyah.
“Jadi yang bisa kami sampaikan, prosesnya masih berjalan, tapi untuk bisa selesai kapan itu proses itu, kami masih menunggu arahan dari BP BUMN dan Danantara,” katanya.
Sebelumnya, Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria memastikan merger BUMN Karya batal terealisasi tahun ini, tetapi mundur ke kuartal I 2026.
"Tidak selesai di tahun ini. Khusus untuk (BUMN) Karya tidak selesai di tahun ini. Kuartal pertama (2026) akan kita lakukan merger," ujar Dony di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (26/11).
Donny menjelaskan molornya proses merger itu lantaran BUMN Karya harus melakukan restrukturisasi terlebih dahulu. Hal tersebut terkait dengan permasalahan keuangan yang terjadi di antara perusahaan.
"Termasuk tadi restrukturisasi daripada hutang-hutangnya dulu. Jadi kan problem keuangan mereka cukup dalam di karya-karya ini. Ini kita harus transparan juga kepada publik," katanya.
Diketahui, wacana merger BUMN Karya sudah mencuat selama beberapa waktu terakhir. Hal itu sejalan dengan keinginan pemerintah melakukan perampingan terhadap jumlah BUMN.
Adapun BUMN Karya yang akan dilakukan merger, antara lain PT Adhi Karya (Persero Tbk), PT Hutama Karya (Persero), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Nindya Karya (Persero), dan PT Brantas Abipraya (Persero).

Leave a Comment