
Kisah Pilu Bocah Alvaro, Pamit ke Masjid dan Tak Pernah Kembali
- Ilustrasi. (Foto: istimewa)
Jakarta, RADARIKN -- Pencarian Alvaro Kiano Nugroho, bocah 6 tahun yang sudah 8 bulan menghilang akhirnya membuahkan hasil. Namun, ia ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia. Polisi menemukan jasad korban yang sudah dalam kondisi kerangka.
Alvaro hilang tanpa jejak pada Kamis, 6 Maret 2025, ia pamit berangkat ke masjid dekat rumahnya di kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, namun tidak pernah kembali lagi. Alvaro diculik dan dibekap hingga tewas oleh ayah tirinya.
Arumi, lbunda Alvaro, mengatakan peristiwa bermula saat Alvaro izin untuk melaksanakan sholat Magrib.
Namun, Alvaro tak kunjung pulang selepas salat Magrib sehingga membuat pihak keluarga mencari keberadaan Alvaro.
Alvaro terakhir terlihat memakai kaus hitam, celana panjang hitam, dan sandal hitam. Ia bertubuh kurus, kulit gelap, rambut cepak, dan terdapat lesung pipi.
Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Dwi Manggalayuda menjelaskan ada sosok pria misterius yang sempat menanyakan sosok Alvaro yang sudah hilang selama delapan bulan.
Hal itu diketahui dari hasil pemeriksaan marbot masjid tempat Alvaro terakhir kali terlihat. Ia mengatakan dari keterangan marbut masjid, sosok pria misterius itu memiliki ciri-ciri seperti ayah Alvaro.
"Kalau dari keterangan (marbut) mirip dengan bapaknya makanya si saksi ini enggak mencurigailah kalau itu memang terduga pelakunya," katanya, mengutip cnnindonesia, Jumat (14/11).
Pihak kepolisian membentuk tim khusus mencari keberadaan Alvaro. Dalam upaya tersebut, membuat keluarga berharap Alvaro dapat segera kembali ke pangkuan keluarga.
Tidak hanya itu, pihak keluarga juga berupaya mencari Alvaro melalui menyebar selebaran orang hilang hingga mencari di berbagai tempat keramaian.
Polisi mengungkapkan Alvaro yang hilang sejak delapan bulan lalu sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Polisi menemukan kerangka yang diduga merupakan jasad Alvaro di Kali Cirewed, Tenjo, Bogor.
"Alvaro sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ujar Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (23/11).
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan polisi menangkap pelaku dan menemukan kerangka yang diduga Alvaro. Setelah itu, kepolisian melakukan tes DNA terhadap kerangka yang diduga jasad Alvaro tersebut. "Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro," ujar Nicolas.
Ia mengatakan, untuk memastikan kerangka tersebut benar Alvaro atau bukan, perlu dilakukan pengecekan DNA dan pemeriksaan laboratorium forensik.
Pihak kepolisian menangkap Alex Iskandar dan ditetapkan sebagai tersangka atas kematian Alvaro. Alex merupakan ayah tiri Alvaro. Nicolas mengatakan motif Alex diduga membunuh anak tirinya sebab cemburu dengan istrinya, Arum.
Tugimin, Kakek dari Alvaro juga mengungkap keyakinan yang sama terkait motif Alex Iskandar. Pelaku diketahui menikah dengan ibu Alvaro sejak 2023 dan sempat berencana untuk bercerai.
"Cemburu sama istrinya, kalau telepon enggak diangkat, dianggapnya istrinya selingkuh, main sama laki-laki lain," kata Tugimin kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/11).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, berdasar hasil pemeriksaan, penyidik menyatakan motif pelaku dipicu dendam. “Diduga istrinya memiliki pria idaman lain,” kata Budhi.
Pelaku juga diketahui kerap mengirim pesan bernada ancaman kepada istrinya, dan ponselnya memuat pencarian terkait keinginannya membalas dendam.
“Penyelidik menemukan adanya indikasi kuat dorongan emosional pelaku setelah terang-terangan menuliskan kalimat, gimana caranya gue balas dendam,” jelas dia.
Alex Iskandar ditemukan tewas diduga bunuh diri di ruang konseling Mapolres Jakarta Selatan pada Minggu (23/11) dini hari, sesaat sebelum ia resmi ditahan sebagai tersangka.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, aksi itu tidak terjadi di sel tahanan, melainkan di ruang konseling. "Yang bersangkutan diduga bunuh diri di dalam ruang konseling. Bukan di sel tahanan," ujarnya.

Leave a Comment